NOVEMBER EDITION“WHERE DO U GO ASPIRASI?”
Selama bersekolah di SMA N 1 Yogyakarta, tentu kamu memiliki beragam keluh kesah tentang keseharian di sini. Baik kritik maupun saran pasti pernah muncul di benakmu. Ingin rasanya "something in my mind" ini harus aku salurkan pada yang pantas menerimanya. Di sini kita menyebutnya aspirasi. Banyak siswa maupun siswi yang memiliki aspirasi, kritik ataupun saran yang sangat bagus, akan tetapi hampir sebagian dari mereka kurang begitu tahu tentang bagaimana aspirasi saya ini dapat tersalurkan sebagaimana mestinya. Penyaluran aspirasi yang kurang tepat dapat menyebabkan ketidakpuasan dalam hati, atau dalam istilah jawa kita bisa sebut "nggrundel"....
Pada kesempatan kali ini, akan kami jelaskan: melalui mana sajakah penyaluran aspirasi yang tepat itu??
1. To the POINT
Penyaluran aspirasi ini dilakukan dengan cara berbicara langsung kepada pihak sekolah. Dalam hal ini yang dimaksud bisa guru, ataupun pamong yang memiliki andil dalam sekolah. Hal ini biasanya dilakukan oleh anak-anak yang benar-benar speak-up, dan begitu memperjuangkan aspirasinya. Misal: karena kurang begitu setuju dengan kebijakan sekolah yang ini atau itu, kemudian Anda segera menemui Pak ABC untuk mengclearkan kebijakan tersebut. Cara ini mungkin bisa kamu lakukan untuk menyampaikan aspirasimu secara tepat dan cepat.
2. MPK
Tidak semua siswa di SMAN 1 Yogyakarta berani untuk speak-up langsung ke guru (pihak sekolah -red). Oleh karena itu, di sinilah MPK dapat kamu gunakan sebagai media penyampaian aspirasi. Di tiap kelas pastilah ada, setidaknya satu, PK yang siap melayani penyaluran aspirasi dari teman-teman. Kamu bisa ngobrol santai, atau curhat ke PK kamu. Biasanya akan lebih enak tuk berbicara kepada teman sendiri. Nantinya, aspirasi-aspirasi yang terkumpul tersebut akan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Sudah barang tentu, dilakukan perekapan terlebih dahulu dengan maksud agar aspirasi yang disampaikan memiliki saran/ kritik yang membangun dan bertanggung jawab.
3. Kotak Aspirasi
Kamu termasuk orang yang gak bisa "ngomong" dengan teman sendiri?? Tenang...
Ada kotak aspirasi yang siap menampung aspirasi-aspirasimu dalam bentuk tertulis. Kami yakin semua anak SMA N 1 Yogya pintar dalam hal tulis-menulis. Berbeda dengan tahun lalu, kini kotak aspirasi dibuat permanen dengan kayu. Rencananya akan dipasang pada gedung induk dan satu pada daerah ruang sie otonom. Jadi, gak ada alasan tuk bilang aku gak bisa salurin aspirasiku. Di manapun pasti ada jalan.
Pada kesempatan kali ini, akan kami jelaskan: melalui mana sajakah penyaluran aspirasi yang tepat itu??
1. To the POINT
Penyaluran aspirasi ini dilakukan dengan cara berbicara langsung kepada pihak sekolah. Dalam hal ini yang dimaksud bisa guru, ataupun pamong yang memiliki andil dalam sekolah. Hal ini biasanya dilakukan oleh anak-anak yang benar-benar speak-up, dan begitu memperjuangkan aspirasinya. Misal: karena kurang begitu setuju dengan kebijakan sekolah yang ini atau itu, kemudian Anda segera menemui Pak ABC untuk mengclearkan kebijakan tersebut. Cara ini mungkin bisa kamu lakukan untuk menyampaikan aspirasimu secara tepat dan cepat.
2. MPK
Tidak semua siswa di SMAN 1 Yogyakarta berani untuk speak-up langsung ke guru (pihak sekolah -red). Oleh karena itu, di sinilah MPK dapat kamu gunakan sebagai media penyampaian aspirasi. Di tiap kelas pastilah ada, setidaknya satu, PK yang siap melayani penyaluran aspirasi dari teman-teman. Kamu bisa ngobrol santai, atau curhat ke PK kamu. Biasanya akan lebih enak tuk berbicara kepada teman sendiri. Nantinya, aspirasi-aspirasi yang terkumpul tersebut akan disalurkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Sudah barang tentu, dilakukan perekapan terlebih dahulu dengan maksud agar aspirasi yang disampaikan memiliki saran/ kritik yang membangun dan bertanggung jawab.
3. Kotak Aspirasi
Kamu termasuk orang yang gak bisa "ngomong" dengan teman sendiri?? Tenang...
Ada kotak aspirasi yang siap menampung aspirasi-aspirasimu dalam bentuk tertulis. Kami yakin semua anak SMA N 1 Yogya pintar dalam hal tulis-menulis. Berbeda dengan tahun lalu, kini kotak aspirasi dibuat permanen dengan kayu. Rencananya akan dipasang pada gedung induk dan satu pada daerah ruang sie otonom. Jadi, gak ada alasan tuk bilang aku gak bisa salurin aspirasiku. Di manapun pasti ada jalan.